Whatsapp : +62853 2051 5009

“How to be a great Fashionpreneur?”

Image result for fahmie hendrawan

Fashionpreneur itu adalah seorang entrepreneur yang bergerak di bidang fashion, dia tidak terfokus ke dalam 1 tahap saja yaitu design, tp melakukan 4 tahap
Yaitu
1. Design
2. Production
3. Marketing
4. Sales & distribution

Peluang fashionpreneur sangat menjanjikan, karena bisnis fashion khususnya di Indonesia mengalami peningkatan, apalagi fashion muslim. Seperti target yg dicanangkan pemerintah 2020 Indonesia akan menjadi pusat fashion muslim dunia.

Nah apa aja sih yang harus disiapkan untuk memulai sebuah fashion bisnis di awal.

1. Riset pasar & riset design.
Dulu pas memulai saya riset pasar mengenai baju koko di psaran spti apa pesaing kita siapa kira kira model apa yang akan di gemari, design seperti apa yg cocok untuk kaum urban, padu padan yang bagus seperti apa. Kemudian saya riset calon customer bikin kuisioner ke 200 laki laki, 100 perempuan mengenai design baju koko yang mereka suka seperti apa.

2. Buat business plan
Ini yang kadang kadang sering diabaikan, karena kita mau bisnis bukan mau dagang, mau mengembangkan bukan hanya sekedar ‘cek ig kita sis atau sundul gan’ tapi mau membuat sesuatu yang valuable. Makanya dibutuhkan suatu perencanaan yang matang, dari mulai produksi, design, financial dll dan itu sangat membantu sekali untuk saya yang pemula.

3. Managing your Cashflow
Nah ini yang berat cari modal di awal. Kebetulan di awal membuat Fatih saya memakai tabungan saya semua walau terkuras habis dan sempat tertipu juga, tapi ya harus survive, pernah juga pinjem beberapa temen walaupun akhirnya mereka kapok :joy: tapi yaitu tadi kalau kita tekun jalanya akan ada aja hehe.

4. Create your brand awarness
Buat brand story semenarik mungkin, masukan value added bukan hanya sekedar fashion dan berikan impact2 yang positif terhadap banyak org dengan bisnismu.
Fatih membantu mengembangkan para pengrajin batik garutan, agar batik garutan dapat di kenal banyak orang. serta para penjahit garut yang punya potensi tapi tidak dapat berkembang. Kami juga mengajak adik2 panti asuhan sekitar untuk main sambil belajar di workshop kami setelah mereka pulang sekolah seperti bagaimana melipat baju, menytrika, membungkus (packaging) mereka senang dan mendapat upah 🙂

Untuk mendapatkan profit tentunya kita harus pandai mengelola keuangan suatu bisnis fashion, mengefektifkan biaya biaya yang berkaitan, membuat margin yang sesuai, pricing jg harus disesuaikan dengan target market yang akan kira tuju, sama gunakan saluran penjualan yang efektif tidak hanya offline tapi juga online di social
Media. Less cost but big impact!

Untuk manfaat banyak sekali, dilihat dari beberapa sisi dan aspek. Contohya manfaat untuk saya sendiri ya.
Dari aspek bisnis: fashion berpotensi menghasilkan profit yang besar.
Dari aspek social : dapat menjadi penopang kehidupan banyak orang dalam artian membuka lapangan pekerjaan untuk banyak orang, agar mereka dapat melangsungkan kehidupnya.
Priceless benefit.  Dari aspek lain juga akan menambah jejaring dan relasi yang luas. Karena everyone need fashion!

Menjadi fashion entrepreneur memang dibutuhkan mental yang kuat, terutama berkaitan dengan modal diibaratkan sebuah ‘bath tub’ yang harus diisi terus menerus oleh air agar penuh, tapi lubang atau saluran yang keluar sangat kecil, namun pada akhirnya saluran air itu menjadi sebuah tampungan yang akan menguntungkan apabila tidak bocor sana sini.
Bath tub itu adalah bisnis nya, air itu adalah modalnya, lubang kecil itu adalah penjualanya dan air tampungan itu adalah keuntunganya. Agar air tampungan penuh butuh kesabaran dan kedisiplinan serta komitmen. Seperti itulah fashion industry kita dituntut untuk mempunyai capital yang cukup untuk setiap koleksi yang di keluarkan tapi kalau kita sudah memahami celahnya semua akan terasa mudah karena sistem sudah terbentuk.

Tips bagi pemuda yang ingin terjun di dunia Fashion

1. Fokus & komitmen
Seorang entrepteneur dituntut untuk fokus terhadap apa yang di kerjakan setiap hari, 24 jam dan disiplin dengan waktu, komitmen terhadap goals

2. Sabar
Tidak ada yang instant, semuanya berproses dan nikmati proses nya, ups and down nya

3. Seimbang
Balancing your mind, body and soul
Seimbangkan kehidupan Akhirat dan dunia. Agar bahagia terus. Karena jadi entrepreneur gak boleh sedih2 hehe

4. Yang terakhir paling utama Perbanyak Shalat, berdoa dan selalu libatkan Tuhan dalam setiap aktivitas kita.

 

Narasumber : Fahmie Hendrawan, Founder Fatih Indonesia

Leave a Reply

Close Menu